Laut, selalu dilihat lebih luas, lebih biru, lebih dalam, lebih cantik, lebih indah, lebih menawan, lebih pesona, lebih kebebasan, lebih segala-gala. Bercakap tentang laut ialah kita bercakap tentang ketakjuban. Tak ada kata-kata dan tak ada kamera yang akan dapat menggambarkan kesempurnaan laut. Apa yang ada pada akuarium berbanding dengan laut? Tak ada, kecuali lebih kecil, lebih sempit, sedikit hidupan, hidupan pun yang terpilih, rumpai palsu, hiasan batu-batu. Terkurung tentunya. Itu saja. Tidak menarik, sekali imbas.
Soal saya kepada kawan, kenapa mahu hidup dalam akuarium, setelah terlalu lama (dan selesa) bermain-main di laut lepas, yang lebih luas, lebih dalam, lebih saujana, lebih segala-gala? Apalah yang ada pada sebuah akuarium kecil? Akuarium kecil, hanya untuk ‘orang’ kecil. Kata kawan, iya, laut lebih luas dari akuarium. Tapi, apakah yang lebih nikmat andai kita temui kebahagiaan di dalam akuarium berbanding dengan laut? Laut tak selalunya memberi bahagia. Saya diam, dan berfikir lama.
Kehidupan – dan dunia kerja juga sebenarnya, seperti laut dan akuariumlah. Saya, yang berada dalam akuarium, sering melihat laut di luar yang saujana dan mengilhamkan, tapi ada yang melihat akuarium saya punya pesona dan keghairahan. Kebahagiaan, katanya. Laut dia, akuarium saya. Saya perlu mencari kertas, ini ilham saya...

5 comments:
Salam kenal..laut dan akuarium.. ya, dalam untuk dimengerti..
dwan..
jom kita..ke Laut Mati...hehehe
Sdr. Serunai,
terima kasih sudi singgah.
Kri,
jom, buleh sangat.
Antara laut dan akuarium
ada sebuah peti kaca
aku melihat kau bahagia di dalam
dan kau melihat aku bahagia di luar
tetapi kita sebenarnya
sedang menikmati sebuah
penipuan duniawi.
shamsudin Othman
madrasah sham al-johori
Post a Comment