Percakapan Kepada Musi (iii)
Di atas bot yang membelah pusar air
aku merenung permukaanmu
yang keruh dan berarus deras
sambil mengenangkan negeriku
yang jauh
Ada rasa yang sangat
menghukum sukma
bila mengenangkan negeriku
betapa hatiku luka
melihat bahasaku dikhianati
oleh tangan bangsa sendiri.
Di tanahmu swarnadwipa ini
aku menyimpan ingatan yang jauh
pada tanah airku
di tempatmu yang menawan
masih kurawan tentang badai di negeriku.
Kepadamu kuluahkan kekesalan
kerana hanya kau mungkin
mampu mendengar suara resahku
di tempatku suara penyair
tak pernah ada di hati penguasa.
Kau kini mungkin lebih mengerti
mengapa aku rindu dan gelisah
mengapa aku cinta dan kasih
mengapa aku benci dan sayang
kepada negeriku
Di dadamu yang berpusar
kubenamkan seluruh duka
bahasaku yang luka
di permukaanmu izinkan aku
mencermin keruh negeriku.
RIDZUAN HARUN
Sungai Musi, Palembang
Julai 2011
Wednesday, November 30, 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
1 comment:
puitis.. :) salam kenal.. jemput singgah blog hamba (Aku Sebutir Pasir) kalau nak baca pengalaman hamba kembara ke 46 buah negara.. :)
Post a Comment