Wednesday, June 17, 2009


Panorama Kampung
HATI terasa sangat jernih menatap alam kampung, yang serba-serbi "kurangnya." Saya damai di sini, walaupun "hulu." Saya membayangkan, kalaulah saya punya "kekuatan" menjelang angka ke 40 usia saya, saya kepingin untuk opsyen bersara pilihan. Sayangnya, saya tahu saya tak ada "kekuatan" itu. Saya berdoa moga-moga Allah memudahkan saya, memberi saya "kekuatan" yang saya cari; dan tentunya memberi saya rezeki yang lebih untuk saya "berpaling" menatap alam kampung. Saya rindukan hidup kecil saya yang jernih (walaupun payah) seperti dulu.

Saya ingin kembali; menjadi "Mulu" seperti dulu ...

menatap bendang yang melaut di waktu pagi

dari halaman rumah saya menatap bendang pagi yang bening

ini bendang arwah Tokwan (saya rindukan panggilan "Mulu" dari mulutnya)


jelapang yang Tokwan bina masih utuh
(setiap kali memandangnya sejak Tokwan pergi, saya menggetap bibir)

ini paya (yang kami panggilnya yoi); tanahnya tanah jerlus, akan meneggelamkan sesiapa yang tak berhati-hati dan tak "reti" dengannya - sudah mula semak petanda tidak lagi dimesrai


di sinilah waktu alam kanak, saya menangkap ikan pelaga yang cantik-cantik (kami panggilnya ikan karin)

sekarang, anak-anak kampung tak lagi ke sini untuk mencari pelaga seperti kami dulu



dari dalam kereta; jalan raya ke kampung saya, 8:30 pagi


sepi dan menawan

Agak-agak pukul berapa? Ini baru 6:30 petang


kebun getah yang menawan pada siangnya, menjelang senja terasa ngeri untuk orang luar

datanglah, buat filem "Jangan Tengok Hantu" di sini kalau suka

"Congkak?" Ahh, kat sini banyak biji getah untuk main congkak

bendang di waktu senja, tenteram sukma

memandang bendang di senja begini, hati pantas mengenangkan yang tiada

matahari senja mula tersembam di belakang rumah

apalagi yang tertinggal setelah senja pergi; hati pun perlahan-lahan mula menua

13 comments:

adiratno said...
This comment has been removed by the author.
adiratno said...

Bro,

Sedey laa..aku pun dah lama tak tengok semua tue..lama jugak tak balik..dan lama jugak la tak ke Kebun 500...dok lalu saja la nie..

Dari Gombak Ke Padang Merbok said...

Saya teringin sgt nak kg cam ni....huhuh

Wahyu Budiwa Rendra said...

salam sdr.yang dihormati. foto seringnya menceritakan lebih daripada diksi. apatah lagi foto yang dekat dengan diri. terima kasih memuatnaik foto2 ini untuk dikongsi.

Luqman Hakim QA said...

mencium aroma hijau sawah padi ketika memandu, terasa menikam kalbu. hijau dan kuning saujana mata memandang, suatu keindahan dan pesona yang nyata.
itu kenangan ketika bermukim di kedah suatu masa dulu!

benuasuluk said...

adi,
Kebun 500 masih seperti dulu; seperti pertama kli hang singgah 15tahun dulu. Masih kekal begitu tdak berubah.

benuasuluk said...

tengah,
Kg Tengah pun mesti ada sesuatu yang menarik, kan?

benuasuluk said...

Sdr. Rendra,
inilah gambar kampung saya yang tidak sepertinya. Mencari sesuatu yang akrab dengan diri adakalanya seperti menemukan diri sendiri.

benuasuluk said...

LUq,
saya sangat rindukan mesra angin timur di batas sawah. Dinginnya sampai menggigit ke tulang.

Ilham Ainol said...

saat memandang gambar tersebut
terkuak kotak kenang yang menyimpan
pelbagai imej dan jalur peristiwa yang mendamaikan.ah,ia pergi takkan kembali,hanya kenangan yang indah kubawa ke wilayah resah.
Salam benua suluk...cantiq...

benuasuluk said...

Ilham Ainol,
terima kasih berkunjung ke sini. Salam kenal, dan selalulah singgah lagi ya.

Fox said...

jelapang yg maenarik ;P

Unknown said...

boossuukkkk,
bila nak blanja?
:)