Tuesday, April 3, 2012

Penulis dan Karya

Karya yang bagus, yang tahan diuji zaman akan mengangkat dengan sendirinya pengarang itu. Saya tak tahu dari mana saya kutip kata-kata ini; atau saya sendiri yang reka? Entah, tak ingat. Justeru, tak payah sangatlah kita bising-bising angkat bakul dan masukkan karya sendiri dalam bakul. Bunyinya macam saya primitif, ketinggalan zaman dan tidak mahu ikut ledakan gelombang masa kini.

Memang, saya akui masa kini pengarang perlu menonjolkan diri sendiri, seiring dengan kelahiran karya. Zaman pengarang menulis dan tidak dikenali sudah ‘berlalu’. Betul! Tapi berpada-padalah. Tidak payahlah kita terlampau lebih mempromosikan diri sendiri, dan dalam waktu yang sama kita memuji-muji sendiri karya kita bagus. Dan (kalau ada), tidak payahlah kita mengulang-ulang dan membilang-bilang berapa banyak karya kita yang sering menang hadiah. Cemburu? Tak, saya tak cemburu. Kalau saya nak cemburu, saya jadi artis. Lebih gemerlap, lebih kaya, dan lebih kontroversi tentunya. Koman-koman saya dapat dapat berlakon dengan Nora Danish dan jadi laki-bini.

Saya tetap berpendirian, karya yang baik dengan sendirinya akan mengangkat diri dan jiwa pengarangnya. Kalau karya tak baik, tak angkatlah peribadi pengarangnya. Kerja penulis, menulis. Dan ini sering saya ulang-ulang cakap di Padang Merbok.

Kata Herman Hesse (terima kasih Zaen yang memperkenalkan ungkapan pengarang ini kepada saya 16 tahun lalu), “kalau anda menjadi penulis semata-mata mahu popular, anda telah tersalah bidang. Anda seharusnya memasuki dunia pop!”

Dan saya cepat-cepat teringat T. Alias Taib dalam bukunya, Tuan Ibarat Songket Berkilau, menuliskan: “pengarang besar mengarang dengan tujuan, yang kecil mengarang memenuhi impian.”


4 comments:

Zaid Akhtar said...

saya iri dengan tuan

MARSLI N.O said...

Saya setuju itu, Sdr RH.

MARSLI N.O

benuasuluk said...

Sdr. Zaid,
maaf kalau catatan ini menyinggung dan menggores. Saya tak bermaksud untuk mengajar; apatah untuk melukakan.

benuasuluk said...

Sdr. Marsli,
Semoga Allah perkukuh nawaitu kita semua.