Sunday, November 13, 2011

Tutup Buku

Kehidupan, selalu berjungkir balik – kata orang seperti roda berputar dan berputar. Hari ini kita di atas, esok kita di bawah; hari ini kita di bawah, tak mustahil esok kita pula di atas. Begitulah putarannya hidup. Kalau dalam hidup kita sering berbaik sangka dan berbuat baik kepada orang, saya percaya Allah akan membalas kembali kebaikan kepada kita sama ada lambat atau cepat. Begitulah kalau sebaliknya pula, Allah akan membalas jua perbuatan keji kita. Lambat atau cepat, tunggulah. Apa yang kita ‘mulakan’ atau lakukan, ia akan datang semula kepada kita. Lambat laun. Saya anggap ini semua ujian hidup.

Dan aneh, kadang-kadang kita tidak perlu tunggu lama untuk menanti putaran ini berlaku – sama ada atas batang tubuh kita sendiri mahu pun orang lain. Kalau yang baik-baik bersyukurlah. Allah mengangkat darjat kita. Bagaimana pula kalau sebaliknya? Bagaimana reaksi kita andai orang yang pernah ‘sakiti’ kita – kini ‘putaran’ untuknya sudah sampai. Hendak ketawa? Hendak tergolek, atau berdiam sahaja? Orang jenis ini barangkali terlupa – bahawa rezeki ini datangnya dari ‘langit’. ‘Langit’lah yang memberi kita. Kata orang, doa orang yang teraniaya tidak ada hijab antaranya dengan Tuhannya.

Saya tidak ingin mendoakan yang tidak baik untuk orang. Bukan sifat saya sebagai Muslim sejati. Kalau benar-benar saya teraniaya, mohon Allah tunjukkan kebenaran sahaja. Bukankah pada akhirnya kebenaran muncul jua? Tapi saya sebagai manusia, iman tersangat nipis. Jauh di sudut hati, ada rasa terguris paling dalam yang sukar terpadamkan. Maka, untuk manusia jenis ini, anggaplah saja saya sudah 'tutup buku'.

No comments: